“Air Capsule” dinilai mampu menjembatani keterbatasan personel pada fase evakuasi awal
JAKARTA — Perusahaan peralatan penyelamatan asal Korea Selatan, GoldenHour, menilai bahwa tantangan utama dalam penanganan darurat bukan hanya ketersediaan alat, tetapi kesenjangan antara prosedur evakuasi dan kondisi nyata di lapangan.
Dalam banyak kejadian darurat—mulai dari kebakaran gedung, evakuasi fasilitas kesehatan, hingga bencana berskala lokal—proses evakuasi awal sering kali harus dilakukan oleh jumlah personel yang sangat terbatas. Namun, sebagian besar peralatan evakuasi konvensional masih mengandalkan keterlibatan banyak petugas.
GoldenHour melihat kondisi ini sebagai masalah struktural dalam sistem tanggap darurat, khususnya pada menit-menit awal yang krusial.
Evakuasi Awal Sering Bergantung pada Personel Terbatas
Menurut GoldenHour, fase awal evakuasi kerap dilakukan oleh staf non-spesialis, seperti petugas keamanan gedung, tenaga kesehatan jaga, atau staf fasilitas umum. Dalam situasi tersebut, alat yang membutuhkan banyak operator justru berisiko memperlambat pemindahan korban.
Untuk menjawab tantangan tersebut, GoldenHour mengembangkan Air Capsule, sebuah personal rescue bed yang dirancang agar satu operator dapat mengevakuasi satu korban secara stabil dan aman.
Air Capsule menggunakan sistem roda tarik, bukan metode angkat manual, sehingga memungkinkan pemindahan korban melalui koridor sempit, tangga, maupun jalur evakuasi terbatas dengan kebutuhan personel minimal.
Relevansi bagi Fasilitas Publik di Indonesia
GoldenHour menilai bahwa karakteristik fasilitas publik di Indonesia—termasuk kepadatan pengguna, variasi desain bangunan, serta keterbatasan sumber daya manusia di lapangan—membuat solusi evakuasi yang sederhana dan praktis menjadi semakin relevan.
Air Capsule diproyeksikan dapat digunakan sebagai alat pendukung evakuasi di berbagai lingkungan, seperti:
-
rumah sakit dan klinik,
-
gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan,
-
fasilitas transportasi,
-
serta institusi publik lainnya.
Perusahaan menekankan bahwa perangkat ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem evakuasi yang ada, melainkan melengkapi dan memperkuat kemampuan respons awal.
Pendekatan Sistemik, Bukan Sekadar Produk
Dalam rencana ekspansinya ke Indonesia, GoldenHour menyatakan akan menempuh pendekatan bertahap. Tahapan tersebut mencakup pemenuhan aspek regulasi, penjajakan kemitraan institusional, serta uji coba penggunaan di lapangan bersama mitra lokal.
“Kami tidak hanya membawa produk, tetapi juga ingin memastikan bahwa solusi ini benar-benar sesuai dengan sistem dan kebutuhan lokal,” ujar perwakilan perusahaan.
Menuju Respons Darurat yang Lebih Adaptif
Seiring meningkatnya perhatian terhadap kesiapsiagaan bencana dan keselamatan publik, GoldenHour menilai bahwa inovasi evakuasi perlu difokuskan pada kemudahan penggunaan, fleksibilitas operasional, dan kesiapan di kondisi nyata.
Melalui Air Capsule, perusahaan berharap dapat berkontribusi pada penguatan respons darurat yang lebih adaptif—terutama pada fase awal penyelamatan, ketika keterbatasan waktu dan personel menjadi tantangan terbesar.

