Di tengah pengetatan pengawasan kosmetik ilegal dan semakin pentingnya sertifikasi halal, perusahaan menyiapkan langkah masuk pasar berbasis distribusi resmi dan kepercayaan
Produk LUSSERA N-HD Moisture Elasticity Cream yang ingin diperkenalkan Rootren Co., Ltd. ke pasar Indonesia bukanlah produk yang hanya mengandalkan fungsi atau sensasi pemakaian semata. Belakangan ini, di pasar kosmetik Indonesia, bukan hanya produk yang “terlihat bagus” yang diperhatikan, tetapi juga apakah produk tersebut didistribusikan melalui jalur resmi dan bagaimana aspek keamanan serta kepercayaannya dapat dipastikan. Hal ini turut memengaruhi cara Rootren memandang pasar Indonesia.
BPOM Indonesia pada akhir 2024 melalui siaran resminya menyampaikan bahwa selama Oktober hingga November 2024 ditemukan 235 item kosmetik ilegal dan berbahaya dengan nilai total mencapai Rp8,91 miliar. BPOM juga menjelaskan bahwa sebagian besar produk tersebut beredar melalui saluran distribusi online. Hal ini menunjukkan bahwa karena konsumen Indonesia kini sangat mudah menemukan produk kosmetik secara online, maka dari sudut pandang merek, yang penting bukan hanya kualitas produk, tetapi juga distribusi resmi dan kepercayaan konsumen.
Selain itu, di Indonesia, status halal juga semakin menjadi pertimbangan penting dalam pembelian. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam pernyataannya pada Mei 2025 menegaskan bahwa produk kosmetik wajib memiliki sertifikasi halal mulai 17 Oktober 2026. BPJPH juga menjelaskan bahwa konsumen Indonesia, khususnya perempuan Muslim, cenderung memprioritaskan label halal saat memilih produk kosmetik. Dengan kata lain, untuk mendapatkan kepercayaan di pasar Indonesia, sebuah merek skincare tidak cukup hanya dikenal sebagai “merek luar negeri”, tetapi juga perlu menyesuaikan diri dengan sistem regulasi dan persepsi konsumen lokal.
Prosedur regulasinya pun cukup jelas. Menurut data International Trade Administration (ITA) Amerika Serikat tentang pasar beauty Indonesia, pihak yang dapat mendaftarkan produk kosmetik dan personal care di Indonesia adalah produsen lokal, pelaku usaha yang bekerja sama dengan produsen dalam atau luar negeri, atau importir kosmetik berizin. Dalam proses tersebut, untuk memperoleh BPOM Notification Number rata-rata dibutuhkan waktu sekitar empat bulan. Artinya, pasar Indonesia bukan sekadar pasar untuk ekspor biasa, melainkan pasar yang menuntut kemitraan lokal, proses registrasi, dan peninjauan struktur distribusi berjalan bersama-sama.
Dengan mempertimbangkan karakteristik pasar tersebut, Rootren meninjau arah untuk memperkenalkan LUSSERA bukan sekadar sebagai produk untuk “ditampilkan”, melainkan sebagai skincare premium yang dapat dipilih dengan rasa aman. Berdasarkan detail page yang telah dibagikan, LUSSERA N-HD Moisture Elasticity Cream menonjolkan sistem N-HD tanpa 1,2-hexanediol, hasil Dermatest Jerman EXCELLENT, nilai 0,00 pada evaluasi iritasi primer untuk kulit sensitif, serta selesainya uji iritasi kulit dan uji untuk kulit sensitif. Dengan demikian, produk ini lebih tepat dipandang bukan sebagai produk yang hanya menonjolkan klaim fungsi yang berlebihan, melainkan sebagai produk yang dapat menjawab pertanyaan sederhana: apakah produk ini dirancang untuk mengurangi beban pada kulit?
Dari sisi perusahaan, Rootren juga memiliki ruang untuk memperkuat pesan berbasis kepercayaan. Menurut company profile perusahaan, Rootren memperkenalkan diri sebagai perusahaan berbasis teknologi yang telah memiliki sertifikasi venture company, departemen riset khusus, ISO 9001, ISO 14001, serta fasilitas produksi. Di pasar Indonesia, elemen-elemen seperti ini dapat berfungsi bukan hanya sebagai materi promosi perusahaan, tetapi juga sebagai informasi latar belakang yang menunjukkan apakah merek tersebut benar-benar mampu mengelola produk dan kualitas secara konsisten.
Pada akhirnya, citra yang perlu dibangun LUSSERA di pasar Indonesia bukan sekadar sebagai “krim dari Korea”, melainkan sebagai merek skincare yang membangun kepercayaan sambil menghormati prosedur resmi dan standar lokal. Di pasar yang secara bersamaan menghadapi pengetatan pengawasan kosmetik ilegal, perluasan distribusi online, dan penguatan standar halal, sering kali yang lebih penting daripada fungsi produk adalah pertanyaan ini: apakah produk ini aman dan meyakinkan untuk dipilih? Di sinilah daya saing sebuah merek bisa terbentuk.
Perwakilan Rootren menyatakan, “Di pasar Indonesia, kami menilai bahwa selain fungsi produk, yang tidak kalah penting adalah menciptakan lingkungan di mana konsumen dapat memilih dengan rasa aman. Karena itu, untuk LUSSERA pun kami akan mempersiapkan langkah masuk pasar secara bertahap, sambil meninjau secara cermat standar dan elemen kepercayaan yang relevan di pasar lokal.”

