Close Menu
    Trending

    Skincare Tidak Lagi Sekadar Rutinitas, Konsumen Mulai Mencari “Keseimbangan Kulit”

    11/05/2026

    Polisi Indonesia Tangkap Ratusan WNA dalam Operasi Judi Online dan Penipuan Digital

    11/05/2026

    Dari Tren ke Pilihan Nyata, Konsumen Indonesia Kini Lebih Selektif Memilih Skincare

    30/04/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Skincare Tidak Lagi Sekadar Rutinitas, Konsumen Mulai Mencari “Keseimbangan Kulit”
    • Polisi Indonesia Tangkap Ratusan WNA dalam Operasi Judi Online dan Penipuan Digital
    • Dari Tren ke Pilihan Nyata, Konsumen Indonesia Kini Lebih Selektif Memilih Skincare
    • Tabrakan Kereta di Bekasi: 15 Tewas, 91 Luka-Luka
    • Harga Nikel Melonjak, Kebijakan Produksi Indonesia Picu Kekhawatiran Pasokan Global
    • Rootren Perkenalkan LUSSERA di Pasar Indonesia sebagai Skincare yang Memberikan Rasa Aman Saat Dipilih
    • Rootren Bidik Pasar Indonesia dengan LUSSERA, Menyasar Konsumen yang Mengutamakan Kandungan, Ulasan, dan Value for Money
    • Mengapa Rootren Ingin Membawa ‘LUSSERA N-HD Moisture Elasticity Cream’ ke Indonesia
    Ansol IDAnsol ID
    • Home
    • News
    • Food
    • Lifestyle
      • Health
      • K-Beauty
      • Skin Care
    • Bisnis
    • Entertainment
    • Otomotif
    • Sport
    • Kreatif
    • Travel
    Ansol IDAnsol ID
    Home » Bukan Abolisi, Ahli Sebut Prabowo Harusnya Beri Amnesti jika Hanya Tom Lembong yang Dimaafkan Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bukan Abolisi, Ahli Sebut Prabowo Harusnya Beri Amnesti jika Hanya Tom Lembong yang Dimaafkan”
    News

    Bukan Abolisi, Ahli Sebut Prabowo Harusnya Beri Amnesti jika Hanya Tom Lembong yang Dimaafkan Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bukan Abolisi, Ahli Sebut Prabowo Harusnya Beri Amnesti jika Hanya Tom Lembong yang Dimaafkan”

    By Ansol Id26/09/2025No Comments2 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Prabowo Diminta Memberi Amnesti, Bukan Abolisi, Jika Hanya soal TOM

    Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Tom Lembong muncul sebagai kontroversi di tengah wacana pemberian amnesti terhadap kasus-kasus tertentu. Banyak pihak menilai bahwa langkah itu lebih tepat bila berbentuk amnesti—bukan abolisi—jika masalahnya hanya berkaitan dengan TOM (Thomas Trikasih Lembong).

    Abolisi adalah keputusan untuk menghentikan proses hukum sehingga suatu perkara dianggap tak pernah terjadi. Sementara itu, amnesti adalah pengampunan hukum yang menganggap bahwa suatu kesalahan memang pernah terjadi, tetapi hukuman dan konsekuensinya dihapuskan. Dalam konteks ini, sejumlah pengamat menilai bahwa penggunaan abolisi memberi kesan bahwa tuduhan terhadap TOM dihapus tanpa pengakuan kesalahan apapun — suatu langkah yang dianggap ekstrem jika dasarnya hanya persoalan administratif atau prosedural.

    Mereka yang mengkritik menyebut bahwa jika permasalahannya sekadar TOM, yang seharusnya dilakukan adalah memberikan amnesti, bukan abolisi. Amnesti dianggap lebih tepat karena tetap mengakui bahwa ada persoalan hukum, tetapi memilih menghapuskan konsekuensinya demi kepentingan yang lebih besar, seperti rekonsiliasi nasional atau stabilitas politik.

    Kritik ini muncul terutama dari kalangan yang khawatir pemberian abolisi dapat melemahkan prinsip akuntabilitas hukum dan menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum ke depan. Bila presiden memilih abolisi dalam kasus yang sebenarnya bisa diselesaikan lewat amnesti, dikhawatirkan akan timbul persepsi bahwa hukum bisa “dipadamkan” lewat keputusan politik, bukan lewat proses hukum yang transparan dan adil.

    Di sisi lain, pendukung keputusan tersebut berpendapat bahwa presiden memiliki hak konstitusional untuk menggunakan prerogatif pemberian amnesti dan abolisi sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Mereka menyatakan bahwa keputusan itu telah melalui pertimbangan hukum, politik, dan pertimbangan kepentingan bangsa.

    Akhirnya, tekanannya kini adalah agar keputusan semacam ini dijustifikasi dengan argumen hukum yang kokoh dan tidak sekadar politis. Karena meskipun prerogatif presiden diakui konstitusional, keberanian politik harus diiringi tanggung jawab terhadap keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh warga negara.


    Jika kamu mau, saya bisa kirim versi yang lebih ringan atau versi untuk media sosial agar lebih mudah dibaca publik. Mau versi seperti itu?

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    Ansol Id
    • Website

    Related Posts

    Polisi Indonesia Tangkap Ratusan WNA dalam Operasi Judi Online dan Penipuan Digital

    11/05/2026

    Tabrakan Kereta di Bekasi: 15 Tewas, 91 Luka-Luka

    30/04/2026

    Harga Nikel Melonjak, Kebijakan Produksi Indonesia Picu Kekhawatiran Pasokan Global

    27/04/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Lonjakan Hotel di Yogyakarta saat Libur Panjang Januari 2025

    31/01/20258,939

    Jumlah Kendaraan di Jabodetabek Tembus 25 Juta Unit, Ruas Jalan Nyaris Tak Bertambah

    20/01/20266,329

    Rupiah Sentuh Rekor Terendah, Sinyal “Krisis Ganda” Ekonomi Indonesia

    13/04/20266,264

    Tabrakan Kereta di Bekasi: 15 Tewas, 91 Luka-Luka

    30/04/20266,221
    Baca Juga
    K-beauty

    Skincare Tidak Lagi Sekadar Rutinitas, Konsumen Mulai Mencari “Keseimbangan Kulit”

    By Ansol Id11/05/2026496

    Di tengah cepatnya tren kecantikan yang terus berubah, muncul satu perubahan menarik di pasar skincare…

    Polisi Indonesia Tangkap Ratusan WNA dalam Operasi Judi Online dan Penipuan Digital

    11/05/2026

    Dari Tren ke Pilihan Nyata, Konsumen Indonesia Kini Lebih Selektif Memilih Skincare

    30/04/2026

    Tabrakan Kereta di Bekasi: 15 Tewas, 91 Luka-Luka

    30/04/2026
    Ikuti Kami
    • Instagram
    • WhatsApp

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari berbagai kategori langsung di email kamu.

    Ansol merupakan bagian dari PT Human Life yang berfokus pada produk kreatif berupa artikel produk yang di miliki oleh PT Human Life Indonesia.

    Instagram WhatsApp
    Pilihan Editor

    Skincare Tidak Lagi Sekadar Rutinitas, Konsumen Mulai Mencari “Keseimbangan Kulit”

    11/05/2026

    Polisi Indonesia Tangkap Ratusan WNA dalam Operasi Judi Online dan Penipuan Digital

    11/05/2026
    Sedang Trending

    Lonjakan Hotel di Yogyakarta saat Libur Panjang Januari 2025

    31/01/20258,939

    Jumlah Kendaraan di Jabodetabek Tembus 25 Juta Unit, Ruas Jalan Nyaris Tak Bertambah

    20/01/20266,329
    © 2026 ansol.id by PT Human Life Creative

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.